Minggu, 22 Maret 2015

A.PENGERTIAN SUMBER BERITA

Sumber berita terkait erat dengan definisi atau pengertian berita itu sendiri, yaitu informasi terkini tentang fakta atau pendapat yang penting, menarik, atau kedua-duanya (penting dan menarik) bagi khalayak yang disebarluaskan melalui media massa. Dalam pengertian tersebut terdapat sumber berita, yaitu ”fakta”, yaitu apa saja yang terjadi, yang ada, yang dilihat, bahkan yang dirasakan, dan “pendapat” berupa pernyataaan atau opini seseorang terkait suatu hal. Yang terpenting dalam hal ini adalah kemampuan “reporter” atau “jurnalis” dalam memilah-milah fakta dan pendapat mana yang memiliki nilai berita atau nilai jurnalistik.

Manusia tepat untuk dijadikan sumber berita, apabila manusia tersebut:
  1. Terlibat langsung di dalam suatu masalah atau peristiwa yang dijadikan berita (manusia tersebut mengalami sendiri peristiwa atau masalahnya).
  2. Tidak terlibat langsung di dalam suatu masalah atau peristiwa yang dijadikan berita, tetapi mempunyai hubungan erat secara formal, persahabatan, persaudaraan, atau keluarga dengan manusia yang terlibat langsung pada masalah/peristiwa tersebut.
  3. Menyaksikan jalannya atau terjadinya suatu peristiwa yang dijadikan berita (manusia tersebut biasa dinamakan saksi mata).
  4. Memiliki wewenang dan menangani secara langsung suatu masalah atau peristiwa yang dijadikan berita (misalnya, polisi yang bertugas menangani langsung suatu peristiwa kejahatan).
  5. Ahli di dalam bidangnya. (Misalnya seorang ahli pelayaran dapat diminta pendapatnya, sehubungan dengan terjadinya peristiwa kapal yang tenggelam).
Sumber berita selalu berpangkal pada manusia dan alam sekitar manusia. Kegiatan atau kejadian yang berpangkal pada manusia dan alam sekitar manusia, serta pendapat yang dinyatakan manusia tentang suatu masalah/peristiwa, adalah wujud dari sumber berita. Secara singkat dapat dinyatakan bahwa wujud dari sumber berita terdiri atas peristiwa dan pendapat.
Yang dimaksud peristiwa adalah segala sesuatu kegiatan atau kejadian. Peristiwa yang berpangkal pada manusia terdiri atas:
  1. Kegiatan yang dilakukan manusia. Contoh: perlombaan olahraga renang, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya.
  2. Kejadian yang menimpa/dialami manusia. Contoh: korban bencana alam, korban kecelakaan, dan sebagainya.
  3. Kegiatan atau kejadian yang diamati/dipelajari manusia. Contoh: penelitian ruang angkasa, penelitian kehidupan di bawah air, dan sebagainya.
Di samping peristiwa yang berpangkal pada manusia, ada peristiwa yang berpangkal pada alam sekitar manusia. Yang tergolong alam sekitar manusia yaitu segala makhluk yang bukan manusia dan benda-benda di sekitar manusia seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, gunung, laut, dan sebagainya. Peristiwa yang berpangkal pada alam sekitar manusia dapat dijadikan sumber berita, apabila peristiwa tersebut diketahui oleh manusia.
Bagi seorang wartawan, sudah menjadi keharusan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang paling menarik perhatian sebagian besar/keseluruhan pembeli berita. Hal ini yang menyebabkan lahirnya suatu pendapat bahwa berita terbaik, adalah berita yang dapat menarik perhatian sebagian besar/keseluruhan pembaca (surat kabar/majalah), pendengar (radio), penonton (televisi/film berita). Makin banyak berita terbaik dapat dimuat/disiarkan, makin besar jumlah pembeli beritanya.
Wawancara menjadi penting dalam dunia jurnalis, melakukan wawancara adalah mutlak dalam sebuah peliputan.tidak bisa di tawar-tawar lagi.ini tugas wajib bagi seorang wartawan karena sekali lagi.hampir seluruh isi berita di hasilkan lewat wawancara.
Dengan wawancara wartawan bisa cepat menemukan jalan pintas mendapat informasi dan ,menggali opini seseorang. Selain itu wawancara berguna untuk menyerap informasi dari berbagai pihak sehingga apa yang menjadi opini masyarakat saling terwakili.
Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan seorang wawancara dalam melakukan sumber berita.hal ini berguna agar pekerjaan wartawan lebih efektif
1.    Kuasai permasalahaan supaya bisa bertanya dengan cerdas
Jangan sampai terjadi wartawan sendiri tidak begitu memahami masalah yang akan ditanyakan sehinggah bingung sendiri, ketika narasumber menjelaskan seenaknya, wartawan hanya bengong saja. Hampir semua wartawan atau reporter yang terlihat cerdas di TV melakukan persiapan
2.    Cari informasi Narasumber
Pada tokoh-tokoh penting,jangan lagi terjadi ketika hendak wawancara,seorang wartawan menanyakan nama dan pekerjaan, selain terkesan aneh bagi narasumber, ini merupakan ketidaktahuan kitasebagai wartawan informasi juga berguna untuk kita melakukan banyaki pertanyaan yang beraga
3.    Siapakan daftar pertanyaan sesuai aturan yang rasional
Jika memang perlu, siapkan draft berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan, ini berguna untuk memandu wartawan agar tetap fokus pada pembahasan meskipun demikian,sesuaikan dengan kepentingan berita saja
4.    Siapkan alat tulis, perekam, dan garutan keduanya
Kertas dan pulpen adalah senjata seorang wartawan, siapkan keduanya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai sat wawancara kehabisan kertas atau tidak jelas, namun alangkah lebih baik jika wartawan menggunakan alat perekam untuk memperkuat dan antisipasi
5.    Jika perlu, buatlah janiji terlebih dahulu
Tidak ada salahnya wartwan melakukan perjanjian terlebih dahulu mengingat narasumber juga mempunyai aktivitasnya masing-masing, selanjutnya jika sudah berjanji hendak wawancara, usahakan datang lebih awal

Jumat, 15 Februari 2013

SBD 2



Halo – halo !!
Para pembaca yang super,,hehe
Bagaimana penjelasan saya tentang system basis data bagian 1 ?
Yang pasti masih banyak kurangnya kan,,hehhe
Sekarang lanjut ke SBD 2 ya..
Silahkan dibaca,,gratis loo…
J
System Adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran atau tujuan.
Sedangkan System Basis Data adalah suatu system penyusunan dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan, sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.
Berikut ini yang termasuk komponen-komponen utama system basis data
1.      Perangkat Keras (Hardware)
            adalah perangkat computer standar, seperti monitor, mouse, keyboard, memory,dll
2.      Sistem Operasi (Operating System)
            adalah perangkat lunak yang memfungsikan, mengendalikan seluruh sumberdaya dan melakukan operasi dasar dalam system computer.
3.      Basis Data (Database)
            Adalah data yang mewakili system tertentu untuk dikelola.
4.      Sistem (Aplikasi/PerangkatLunak) PengelolaBisnis Data (DBMS)
            adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data. Misalnya :bordland-interbase, ms.sql server, oracle, Informix, Sybase.
5.      Pemakai/pengguna system basis data (User)
Lanjut ke abstraksi data, abstraksi data merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya yang dihadap ioleh pengguna sehari-hari..
Dibawah ini bagian-bagian penyusun abstraksi data!
1.      physical view
Merupakan level terendah dalam abstraksi data, yang menunjukkan bagaimana sesungguhnya suatu data disimpan. Melalui level ni, pemakai dapat melihat gambaran struktur datanya secara terperinci. Pemakai akan berurusan dengan data sebagai teks, sebagai angka atau bahkan himpunan bit data.
2.      conseptual view
Merupakan level berikutnya yang menggambarkan data yang disimpan dalam basis data serta hubungan antara data. Pada level ini pemakai dapat mengetahui misalnya data pegawai yang disimpan/direpresentasikan dalam beberapa file/tabel, seperti file pribadi, file pendidikan, file pekerjaan, dll.
3.      user View (Level Level)
Merupakan level tertinggi dari abstraksi data yang hanya menunjukkan sebagian dari basis data. Kegunaan level ini adlah untuk menyederhanakan interaksi antara pemakai (user) dengan sistem.
Hubungan antara bagian abstraksi data
Physical  level merupakan level terendah dalam abstraksi data, yang menunjukan bagaimana sesungguhnya suatu data disimpan.pemakai melihat data sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri. Pemakai juga berkompeten dalam mengetahui bagaimana representasi fisik dari penyimpanan data.
Berikutnya masuk pada conceptual level yang berfungsi menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain.
          selanjutnya kita masuk pada level tertinggi yaitu view level yang berfungsi hanya menunjukan sebagian basis data.
Sedangkan beberapa manfaat Sistem basis data sebagai berikut :
1.      Sebagai komponen utama atau penting dalam system informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
2.      Menentukan kualitas informasi lebih cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi(Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya).
3.      Mengatasi kerangkapan data (redundancy data).
4.      Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
5.      Menyusun format yang standar dari sebuah data.
6.      Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
7.      Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
8.      Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.
9.      Akses data lebih efisien.


Sekian dulu para pembaca yang super, semoga bisa dipahami dan maklum kalau masih bnyak yang kurang, karena manusia tidak sempurna. Sempurna hanya milik Tuhan dan Andra & The backbone …..hehhe

SUKSES !!!!!!!!!!!

Sabtu, 09 Februari 2013

SBD 1


Data adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu datum yang mempunyai  pengertian sebagai sekumpulan fakta. Data ini dapat berupa angka, gambar, suara, atau teks. Data ini dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi yaitu dari cara memperolehnya, berdasarkan sumber datanya, berdasarkan jenis data, berdasarkan sifat data, dan waktu pengumpulannya.
Dilihat dari cara memperolehnya, data dibagi dalam dua kelompok, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapat secara langsung dari obyek, seperti wawancara secara langsung kepada obyek. Yang kedua adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung seperti  mengambil data ststistik dari majalah atau Koran.
Kelompok data yang kedua adalah macam-macam data berdasarkan sumber data, yaitu data internal dan data eksternal. Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi sebuah obyek secara internal. Contoh data internal suatu perusahaan yaitu data keuangan, data karyawan, dll. Sedangkan data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi diluar obyek. Contoh data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat kepuasan pelanggan, data persebaran penduduk dan lain sebagainya.
Yang ketiga adalah klasifikasi data berdasarkan jenis datanya, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang berisi angka-angka. Misalnya data karyawan suatu perusahaan. Data kualitatif adalah data yang berisi kata-kata / teks. Contohnya anggapan masyarakat terhadap suatu produk makanan.
Selanjutya klasifikasi data dilihat dari sifat data tersebut. Yaitu data diskrit dan data kontinyu. Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya tinggi badan murid kelas 6 SD Maju Jaya. Yang kedua data kontinyu, adalah data yang nilainya berupa interval. Contohnya dalam sebuah keluarga membutuhkan kurang lebih 50kg beras dalam sebulan.
Yang terahir klasifikasi data menurut waktu pengumpulannya, yaitu data cross section dan data time series. Data cross section adalah data yang menunjukan titik waktu tertentu. Contohnya daftar barang terjual pada bulan januari 2012. Data time series adalah data berkala yang menggambarkan data dari waktu ke waktu. Contoh data perubahan tinggi badan siswa kelas 6 dari tahun 2007.
Untuk mendapatkan data kita harus melakukan motode tertentu sesuai dengan tujuannya. Ada berbagai macam metode pengumpulan data yaitu Observasi, wawancara, kuisioner, investigasi dan metode sampling. Observasi, adalah cara mengumpulkan data dengan jalan pengamatan langsung suatu kejadian yang sedang terjadi. Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan kepada obyek sehingga terjadi dialog, wawancara ini dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Kuisioner adalah sebuah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi, kuisioner biasanya dibagikan kepada banyak orang untuk memperoleh hasil yang paling tepat. Investigasi, investigasi disini dimaksudkan dengan cara mengumpulkan bukti – bukti yang ada untuk menentukan benar dan tidaknya data yang dikumpulkan. Dan yang terakhir metode sampling, metode sampling adalah dengan cara mengumpulkan contoh – contoh kemudian ditentukan yang paling tepat dengan sasarannya.
Masuk ke informasi, banyak sekali pengertian menurut para ahli di bidangnya masing – masing. Tetapi menurut kesimpulan saya informasi adalah hasil dari pengolahan data yang masih mentah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna, lebih bermanfaat, serta mudah cara penerimaanya bagi si penerima dan digunakan sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan.
Sedangkan beda data dan informasi itu sendiri juga sangat jelas terlihat, data masih bersifat mentah, data masih perlu proses pengolahan untuk memudahkan penerima. Informasi hasilnya lebih berguna untuk penerima, informasi juga dapat digunakan sebagai acuan untuk pengambilan keputusan, informasi sudah disiapkan sudah ditata sedemikian rupa supaya menarik dan memudahkan penerimanya.
Basis data ialah sekumpulan data – data yang saling berhubungan, terikat satu sama lain, yang dibentuk serta diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan kembali oleh pengguna secara cepat dan tepat.
Basis data dibedakan menjadi 4 jenis menurut pengaksesannya . Basis data individual, basis data perusahaan, basis data terdistribusi, basis data publik. Dari nama – namanya sudah kelihatan apa maksud dari masing – masing basis data tersebut.
 Basis data individual
Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.
 Basis data perusahaan
Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
 Basis data terdistribusi
Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
 Basis data publik
Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.
Nah basis data tersebut diatas tentunya juga memliki elemen – elemen penyusunnya, diantaranya adalah sebagai berikut :
·        - Entitas adalah sekumpulan objek yang terdefinisikan yang mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan satu dengan lainnya. Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian.
·        - Atribut adalah deskripsi data yang bisa mengidentifikasi entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain. Seluruh atribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyek, atau dengan kata lain, kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasi keunikan suatu individu.
·         -Data Value (Nilai Data) : Data Value adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut. Atribut nama pegawai menunjukan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, nilai datanya misalnya adalah Anjang, Arif, Suryo, dan lain-lain yang merupakan isi data nama pegawai tersebut.
·         -File/Tabel : Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.
·        - Record/Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi.

Tujuan pengolahan data dengan menggunakan  basis data menurut saya adalah supaya hasil yang diberikan atau yang kita cari lebih cepat, tepat, dan mudah. Serta dalam hal keamanan bisa terjamin, juga dapat digunakan oleh banyak orang atau disebut multiuser. Dan lebih efisien serta efektif dalam ruang penyimpanannya bisa mengurangi atau menghilangkan redudasi data.

Saya akan memberikan beberpa contoh penerapan system basis data yang sering kita gunakan, di bank semua prosesnya menggunakan system basis data, di universitas misalkan kampus kita inilah tanpa adanya system siasat apakah kalian bisa bayangkan bagaimana repotnya menyusun jadwal kuliah?
Di rental cd / dvd juga menggunakan system ini, sehingga dari ribuan keeping kaset yang ada kita bisa lebih mudah mencari dimana letak kaset yang ingin kita pinjam. Nah dan yang sering kita gunakan adalah jejaring sosial, facebook, twitter, instagram dan masih banyak lainnya itu juga menggunakan system basis data ini.

Demikianlah pemahaman saya tentang apa yang saya dapat dalam mata kuliah system basis data yang pertama ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

SUKSES !!!!!!!!